Rabu, 6 Januari 2010

Pensel

Wajah manis ayu,

Tersenyum padaku

Disaat hati hancur lebur,

Pedih menahan duka,

Jiwa bergelora,

Tubuh yang mati,

Pulih kembali,

Penuh bertenaga,

Mengharung onak duri,


Tulislah dengan sejujurnya,

Kata pemisah,

Kini kau tiada lagi,

Hanya sebatang pensel,

Senjata yang tinggal,

Mengalahkan setiap halangan yang datang,

Hingga ke menara gading.....


Nama Pena : Acil